<p><strong>DALUNG (08/12/2025) </strong> –  Kegiatan pengukuran bambu/tiing yang akan dipergunakan untuk lomba penjor serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan oleh Sabha Yowana Desa Adat Dalung pada Jumat (7/11) yang dilakukan di sepuluh banjar adat se-Desa Dalung. Kegiatan pengukuran bambu/tiing lomba ini merupakan bagian dari salah satu kriteria lomba penjor yakni panjang bambu berukuran 10 meter dihitung dari atas tanah. Dalam pengukuran ini, Ketua Sabha Yowana Desa Adat Dalung Gede Arya Putra Pratama., Ketua Panitia Agus Riyan Adi Putra., dan beberapa panitia lainnya datang ke tiap banjar yakni Banjar Untal–Untal, Banjar Kaja, Banjar Tegeh, Banjar Cepaka, Banjar Lebak, Banjar Kung, Banjar Dukuh, Banjar Padang Bali, Banjar Pengilian, Banjar Pegending. Walaupun kegiatan pengukuran tidak dilaksanakan dalam satu hari yang sama, namun panitia tetap antusias mendatangi banjar-banjar yang sudah siap untuk dilakukan pengukuran bambu. </p> <p> </p> <p>Adapun tujuan dari kegiatan pengukuran ini adalah untuk menyamaratakan ukuran bambu yang akan dipergunakan dalam perlombaan penjor. Hal tersebut tentunya penting karena agar tinggi penjor tidak terlalu tinggi hingga mengganggu kabel ataupun bangunan yang ada di sekitar pemasangan penjor, dan agar adanya kesetaraan tinggi penjor dari kesepuluh banjar yang ikut dalam perlombaan. Tinggi penjor dihitung 10 meter diatas tanah dan untuk bagian penjor yang ditancapkan ke tanah memiliki kedalaman 80 cm. Para panitia yang bertugas ke masing-masing banjar untuk pengukuran bambu datang dengan membawa meteran sebagai alat ukur dan juga cat pilox sebagai penanda ukuran bambu sesuai ketentuan.</p> <p> </p> <p>Diwawancarai setelah kegiatan pengukuran penjor, Gede Arya selaku Ketua Sabha Yowana mengatakan apresiasinya atas antusias sepuluh sekaa truna yang mengikuti perlombaan penjor dalam rangka hari Raya Galungan dan Kuningan serta Piodalan Pujawali di Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung.<em><strong> “Kami dari panitia tentu sangat senang melihat semangat dan antusias para sekaa truna dan bahkan warga banjar pun ikut terlibat dalam proses pengukuran dan pembuatan penjor di banjarnya masing-masing sehingga kami dapat bercengkrama secara langsung mengenai proses pengukuran dan pembuatan penjor ini,” </strong></em>ujarnya. </p> <p> </p> <p>Gede Arya juga berharap agar lomba penjor ini dapat terus dilangsungkan setiap menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai wadah untuk generasi muda mengembangkan kreativitas, seni dan tradisi. <em><strong>“Untuk para sekaa truna tetap semangat, bagi para juara nantinya selamat dan bagi banjar yang belum berkesempatan memperoleh juara agar tetap semangat, kita ulang di periode selanjutnya,”</strong></em> tutupnya. </p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-003).</strong></p>
Panitia Lakukan Pengukuran Bambu Untuk Lomba Penjor di 10 Banjar Adat se-Desa Adat Dalung
08 Dec 2025